Kateterisasi Intermiten Bersih (CIC): Instruksi Terperinci Langkah demi Langkah untuk Anak Laki-laki
CIC adalah teknik yang membantu anak-anak mengosongkan urine dari kandung kemih mereka dan biasanya perlu dilakukan beberapa kali sehari.
CIC adalah singkatan dari Clean Intermittent Catheterization, yang merujuk pada kateterisasi intermiten yang bersih.
CIC Dapat Membantu Mengatasi Masalah Kandung Kemih
Ketika seorang anak tidak mampu mengosongkan urin dari kandung kemihnya sendiri, mengalami kebocoran kandung kemih, atau memiliki tekanan kandung kemih yang tinggi, kateterisasi intermiten bersih (CIC) harus digunakan. Jika kandung kemih tidak dikosongkan dengan benar, infeksi atau komplikasi lain dapat terjadi.
CIC (Continuous Intermittent Cescilet) tidak sulit. Jika anak mengikuti instruksi perawat, hal itu tidak akan membahayakan kandung kemih mereka. Setelah beberapa kali berlatih, hampir semua orang—termasuk anak-anak semuda lima tahun—dapat mempelajari teknik ini.
Cara Kerja Sistem Urinari
Urine diproduksi oleh ginjal. Urine mengalir dari ginjal melalui ureter ke dalam kandung kemih. Kandung kemih adalah kantung berotot yang menyimpan urine.
Di bagian dasar kandung kemih, terdapat otot kuat yang disebut sfingter, yang mencegah urine keluar sampai Anda siap untuk buang air kecil.
Ketika otak mengirimkan sinyal untuk mengendurkan sfingter, urine dilepaskan dan mengalir keluar melalui uretra. Ketika kandung kemih penuh, ia mengirimkan sinyal ke otak kira-kira setiap dua jam untuk menunjukkan kepenuhannya. Otak kemudian memutuskan apakah ini waktu yang tepat untuk buang air kecil. Jika Anda tidak mengosongkan kandung kemih setelah sinyal pertama, sinyal akan datang lebih sering dan lebih kuat. Akhirnya, jika kandung kemih menjadi terlalu penuh, ia mungkin akan mengosongkan dirinya sendiri.
Jika kandung kemih tidak dikosongkan, infeksi atau masalah kesehatan lainnya dapat terjadi. Jika urine tidak dikeluarkan tepat waktu, urine dapat mengalir kembali ke ureter dan ginjal. Kondisi ini disebut refluks, yang dapat menyebabkan infeksi ginjal, jaringan parut, dan kerusakan ginjal permanen.
Bagi banyak anak, CIC memungkinkan kandung kemih dikosongkan sepenuhnya, menghentikan refluks, dan membantu mencegah infeksi saluran kemih dan mengompol.
Sepuluh Langkah untuk Melakukan CIC dengan Benar pada Anak Laki-Laki
- Siapkan semua peralatan yang diperlukan dan letakkan di tempat yang mudah dijangkau.
- Dorong anak untuk buang air kecil sesering mungkin, tetapi jangan memaksanya.
- Mintalah anak untuk mencuci tangannya secara menyeluruh dengan sabun dan air, lalu mengeringkannya. Jaga agar kuku anak tetap pendek dan bersih.
- Posisikan anak berdiri di depan toilet, duduk mengangkang di kursi pispot, atau ditopang di atas tempat tidur.
- Jika anak tersebut tidak disunat, mintalah dia untuk menarik dan menahan kulupnya selama pemasangan kateter. Kemudian, mintalah anak tersebut membersihkan ujung penis dengan sabun dan air.
- Oleskan pelumas pada ujung kateter, meliputi sekitar 5–8 cm (2–3 inci) dari ujung kateter.
- Minta anak untuk menarik penis menjauh dari tubuh dan memegangnya. Ia harus memegang kateter seperti pensil dan perlahan memasukkannya ke dalam uretra hingga urin mulai mengalir. Kemudian, perlahan-lahan dorong kateter sekitar 3 cm (1 inci) lebih jauh. Otot sfingter memberikan sedikit hambatan, bertindak seperti pintu di pintu masuk kandung kemih. Penting bagi anak untuk bernapas perlahan dan merilekskan otot-ototnya.
- Biarkan seluruh urine mengalir ke toilet atau wadah penampung.
- Saat buang air kecil berhenti, tarik kateter perlahan. Urine mungkin terus mengalir dan harus dibiarkan mengalir hingga benar-benar habis.
- Mintalah anak membersihkan penis, mengembalikan kulup ke posisi semula, dan mencuci tangan lagi.
Tindakan Pencegahan Lainnya:
- Periksa warna, bau, dan kejernihan urine. Faktor-faktor ini dapat membantu mengidentifikasi infeksi atau masalah kesehatan lainnya. Jika ada perubahan pada urine, beri tahu dokter atau perawat Anda.
- Catat jumlah urine yang dikeluarkan anak. Informasi ini dapat membantu dokter dan perawat bekerja sama dengan Anda untuk membuat jadwal kateterisasi rutin yang sesuai untuk anak.
Kemungkinan Masalah:
- Penyumbatan kateter: Selama pemasangan kateter, jika anak tidak merelaksasikan sfingter uretra, "pintu kandung kemih" akan tetap tertutup. Jika kateter tidak dapat dimasukkan meskipun anak sudah rileks, Anda harus menghubungi dokter atau perawat.
- Perdarahan terkait kateter: Kadang-kadang, tetesan kecil darah dapat muncul di sekitar kateter selama pemasangan kateter. Jika ini terjadi jarang, mungkin tidak serius, tetapi Anda tetap harus memberi tahu dokter atau perawat Anda.
- Tanda-tanda infeksi disertai demam: Jika anak mengalami demam dan urine menjadi keruh serta berbau tidak sedap, Anda harus segera menghubungi dokter.
- Tanda-tanda infeksi tanpa demam: Jika urine keruh dan berbau busuk tetapi anak tidak demam, pastikan anak minum banyak air dan melakukan kateterisasi dengan benar. Jika anak mengalami demam, hubungi dokter.
Lakukan CIC 4–6 Kali Sehari:
Sebagian besar dokter merekomendasikan untuk melakukan kateterisasi intermiten bersih (CIC) 4 hingga 6 kali sehari, dengan frekuensi yang tepat bergantung pada kebutuhan anak. Jarak waktu antara kateterisasi di malam hari tidak boleh melebihi 8 jam. Pilih kateter dengan ukuran yang sesuai untuk anak Anda.
Memilih Ukuran Kateter yang Tepat untuk Anak Anda:
Dokter anak akan memberikan ukuran kateter yang paling sesuai untuk anak Anda.
Ukuran kateter diukur dalam satuan French (FR). Kateter yang digunakan untuk kateterisasi intermiten bersih biasanya berkisar antara 5 hingga 16 FR; semakin kecil angkanya, semakin tipis kateternya.
Jika perlu, dokter mungkin akan menyarankan untuk mengganti ukuran kateter. Misalnya, jika pengosongan kandung kemih memakan waktu terlalu lama, kateter mungkin terlalu tipis.
Hal-hal Penting yang Perlu Diketahui:
- Sangat penting bagi anak untuk menjalani kateterisasi tepat waktu dan tidak melewatkan jadwal kateterisasi yang telah ditentukan. Tetapkan jadwal harian yang teratur.
- Jika kateter jatuh ke lantai, gantilah dengan yang baru.
- Anjurkan anak untuk minum banyak air untuk membantu membersihkan urine melalui ginjal.
Penafian
- Sebagian isi artikel ini berasal dari sumber daring. Jika terdapat pelanggaran hak cipta, silakan hubungi kami untuk penghapusannya.
- Informasi medis yang diberikan di sini hanya untuk referensi dan tidak boleh digunakan sebagai dasar untuk diagnosis atau pengobatan klinis.










